Pages

Jumat, 07 Januari 2011

Kisah Cintaku

Vivian adalah teman saya dan juga teman Bang Ayya. Namun, sebelum saya mengenal Bang Ayya memang Vivian terlebih dahululah yang mengenal Bang Ayya. Mereka sering sms’an dan berkomunikasi cukup baik.

Waktu itu sore hari, cuaca saat itu sedang hujan. Tiba-tiba ada yang datang kerumah mencari saya. Dan saya cukup kaget ketika saya melihat ada beberapa lelaki datang kerumah dan itu semua abang kelas saya. Namun, saya juga merasa sangat senang karena Bang Ayya juga ada. Saat itu Bang Agung ingin bertemu saya karena kesepengetahuan saya bahwa Bang Agung ada rasa pada saya. Dan Bang Agung dan Bang Ayya adalah teman satu kelas tak heran mengapa dia juga ikut datang kerumah saya. Saat itu juga mereka saya suruh masuk. Ya, kami ngobrol cukup lama walau saya sangat segan berbincang-bincang dengan mereka. Maklumlah karena mereka semua adalah abang kelas saya. Tak berapa lama Ayah saya pulang kerumah dan meilhat ada mereka diruang tamu. Hingga pada akhirnya Ayah ikut bergabung dengan kami. Dan bertanya pada mereka satu per satu nama, Marga, Alamat pokoknya banyak deh !!

Ehm…untunglah Ayah jadi ikut bergabung walau saya jadi malu karena banyak temen yang datang kerumah. Kami semua ngobrol cukup lama hingga malam pun tiba dan akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Dan mereka pun berpamitan pada Ayah dan tak lupa pada saya juga.
Ini semua awal ketika saya dan Bang Ayya mulai saling kenal walau sebelum Bang Ayya datang kerumah. Saya dari kejauhan telah sering memperhatikannya tanpa Bang Ayya menyadarinya..
Selanjutnya, kami pun mulai kompak dengan sering sms’an, saling memberi perhatian satu dengan yang lain. Itu semua menjadikan saya benar-benar semakin suka pada Bang Ayya dengan kebaikkannya dan perhatiannya.

Hingga tepat pada tanggal 10 April 2008 kami resmi jadian. Saya pun tak menyangka akan secepat itu memilikinya. Cara menyatakan perasaannya pun sangat lucu bahkan untuk menceritakannya kembali saya bingung ingin memulai dari mana !!

Ya..tak terasa seminggu sudah kami jadian. Tapi, ketika Vivian mengetahui bahwa kami telah jadian sikap dia sangat berbeda pada saya. Bahkan dia sangat membenci saya. Dia mengganggap bahwa saya telah merebut Bang Ayya darinya. Suatu pernyataan yanag keluar dari mulutnya yang sangat membuat saya marah. Walau kami telah jadian Bang Ayya tetap kompak dengan Vivian dan mungkin itu yang menyebabkann Vivian menaruh harapan lebih pada Bang Ayya. Saya sadar saya tipe cewek yang cemburuan hingga tak halnya dengan kedekatan Bang Ayya dan Vivian hubungan kami sering diwarnai dengan pertengkaran.

Puncak dari kemarahan saya ketika saya mengetahui bahwa Bang Ayya jalan dengan Vivian tanpa sepengetahuan saya. Hingga saya merasa sangat kecewa bahkan menagis saat itu. Dengan rasa marah yang sangat berkobar-kobar saya me-request lagu di salah satu radio dengan mencantumkan nama saya dan pernyataan untuk Vivian agar tidak mendekati Bang Ayya.
Tak hal perbuatan saya itu membuat Vivian sangat marah bahkan Bang Ayya juga ikut marah pada saya. Saat itu saya merasa sangat benar dengan perbuatan konyol saya itu karena rasa cemburu telah menguras pikiran saya saat itu.

Dari saat itu juga Vivian semakin mebenci saya bahkan pernah terucap tak akan berteman dengan saya kembali. Bang Ayya berusaha membuat saya dan Vivian berdamai namun kami sama-sama keras kepala tak ada yang ingin mengalah. Hal hasil hampir 1 tahun kami bermusuhan hanya gara-gara cowok yang sama-sama kami cintai.
Bersama dengan itu hubungan saya dan Bang Ayya sangat banyak kenangan indah. Ketika pada hari minggu Kami jalan hanya berdua dengan menggunakan motor . ya..moment yang tak akan terlupakan. Sambil mengintropeksi diri akan kesalahan yang sering dilakukan.
Hubungan kami mulai membaik bersama permasalahan saya dan Vivian yang tak kunjung usai. Tuhan memang sangat adil pada saya dan Vivian. Pada Kelas 2 SMA kami satu kelas. Walau saya sangat ada persaingan antara saya dan Vivian. Maklum saja musuh bubuyutan sejati. Dan tak hanya itu kelas 3 SMA pund kami tetapa dalam satu kelas yang sama.

Permasalahan saya dan Vivian semakin hari semakin memanas hingga suatu hari saya mendapat ejekkan yang sangat membuat saya bersedih bahkan menangis di kelas. Hal hasil satu kelas pun mengetahui bahwa hubungan saya dan Vivian tidak baik.

1 bulan terah terlewati, 2 bulan ,3 bulan, 4 bulan, 5 bulan, 6 bulan, 7 bulan, 8 bulan dan pada akhirnya bulan ke-9 hubungan kami tak dapat dipertahankan. Memang saat itu kita tak ada bertengkar cukup hebat namun memang ini semua keinginanku. Saya sudah tak sanggup melihat kebencian Vivian pada saya. Saya tau apa yang saya lakukan akan melukai hati Bang Ayya tapi saya mohon terima keputusan saya ini. Tepat tanggal 02 Januari 2009 kami resmi putus. Saya sangat sedih bahkan sampai menitihkan airmata malam itu.

Seminggu, sebulan, setahun bahkan hingga detik ini saya belum bisa melupakan Bang Ayya. Saya tidak mengerti dengan perasaan ini dan sangat sulit untuk dipahami. Padahal Bang Ayya telah memiliki pujaan hati. Saya merasa sangat tak berdaya dengan kenyataan ini. Harus sampai kapan perasaan ini menghantui hidup saya ??? dan mengapa saya belum bisa membuka hati untuk orang lain ?? saya telah mencoba namun tak kunjung terwujud ???

0 komentar budak gaul:

Posting Komentar